Ilustrasi oleh tirachardz via Freepik
Share artikel ini:


Gaya hidup halal semakin hari banyak digemari berbagai kalangan. Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan, gaya hidup halal juga diyakini menjaga keberkahan. Hal ini merupakan peluang besar bagi para pelaku bisnis, baik skala besar maupun kecil untuk menarik perhatian konsumen dengan memanfaatkan tren gaya hidup halal sebagai sarana marketing.

Agar usaha Sobat Halal makin maju, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengelolanya. Apa saja ya kira-kira yang harus diperhatikan. Yuk kita simak!

#1 Modal

Baik usaha yang baru akan dimulai atau sudah berjalan, sudahkah modal Anda merdeka dari hutang? Hal ini perlu diperhitungkan karena merdeka dari hutang yang tidak syariah adalah salah satu indikator menuju gaya hidup halal. Jika memungkinkan, tidak ada salahnya hal ini dibenahi sejak dini untuk tujuan yang lebih baik.

#2 Karyawan

Karyawan memegang peranan yang paling penting dalam hal ini karena merekalah yang akan membantu dalam membuat perencanaan, implementasi, bahkan hingga evaluasi. Sehingga pelaku bisnis harus mendukung segala bentuk sumber daya yang dibutuhkan, misalnya tanggung jawab dan peraturan tegas yang tertulis, pelatihan, penggajian, dan lain sebagainya.

Jangan ragu untuk berbagi lebih banyak bagi karyawan yang memberi kontribusi kemajuan usaha Anda. Bukankah dengan semakin banyak berbagi semakin berkah usaha Anda?

#3 Pelatihan

Melalui pelatihan karyawan dapat dikelola lebih baik karena pelatihan adalah saran untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku. Selain itu, pelatihan dapat menjadi pengingat bagi karyawan untuk menjaga performa dalam bekerja. Maka, jangan pernah sepelekan hal yang satu ini, lakukan pelatihan 3-6 bulan sekali.

#4 Material & Bahan Baku

Pelaku usaha harus memastikan bahwa segala sesuatu yang dihasilkan atau ditawarkan bersumber dari sumber yang halal. Hal ini bisa ditinjau mulai dari bahan baku, bahan tambahan, pengemasan, dan lain sebagainya yang terlibat ke dalam hasil akhir produk.

#5 Fasilitas Produksi

Fasilitas produksi dalam hal ini mencakup bangunan, mesin atau peralatan yang terlibat, termasuk fasilitas bagi karyawan. Misalnya, saran mencuci tangan, ketersediaan alat pelindung, dan lain sebagainya. Fasilitas produksi harus aman, bersih, halal, dan dikelola secara berkala.

#6 Hak dan Kewajiban

Untuk menjaga keberkahan usaha, wajib hukumnya untuk memberikan hak karyawan tepat pada waktunya setelah mereka menunaikan kewajibannya. Selain itu, termasuk saran-sarana yang mendukung peningkatan kesejahteraan karyawan seperti, toilet, tempat ibadah, hak cuti, bonus dan lain sebagainya.

#7 Prosedur Aktifitas Kritis

Selain produksi, yang perlu diperhatikan adalah aktifitas seperti misalnya pemenuhan bahan baku. Bagaimana proses pengantarannya, sarana transportasinya, hingga histori dari pemasok yang telah dipilih. Termasuk prosedur penerimaan, pendataan dan penyimpanan pun bersih dan terorganisir.

#8 Laba

Tidak ada batasan baku dalam pengambilan untung, semuanya sah meskipun keuntungan mencapai 100%. Namun, yang perlu ditekankan atau syaratnya adalah tidak ada penipuan harga maupun barang dan tetap menjual dengan harga yang wajar.

#9 Marketing

Terapkan stategi marketing yang luwes dan beradab dalam usaha Anda, akhlak dan etika moral merupakan kunci utama. Selain itu, harus bisa bertanggungjawab terhadap produk.

#10 Evaluasi

Tidak ada salahnya Anda melakukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa tidak ada unsur halal yang terlewat dalam pelaksanaan usaha Anda.


Lakukanlah hal-hal tersebut sedini mungkin dan jadikan kebiasan. Dan jangan lupa jika Sobat Halal di bidang kuliner agar segera mengurus sertifikasi halal agar konsumen lebih yakin terhadap produk yang Sobat Halal jual.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk tip manajemen usaha halal ini
[Total: 3 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar