Share artikel ini:


Meskipun kompetitor bisnis kuliner nasi goreng di Yogyakarta sudah tidak terhitung jumlahnya, Hendy dan sepupunya, pemilik kuliner CumaCumiYK tetap optimis untuk masuk di bisnis ini. Mereka yakin inovasi nasi goreng cumi hitam yang mereka perkenalkan ke masyarakat akan menjadi menu yang menarik dan menjadi favorit bagi banyak pelanggan.

Hendy adalah sosok pekerja keras, sejak 3 tahun terakhir ini ia menggeluti dunia kuliner. Pada tahun 2018 yang lalu, Hendy dan sepupunya memutuskan untuk merintis usaha kulinernya yang memiliki konsep street food. Kala itu mereka memulai usahanya dengan langkah yang cukup berani.

“Kami mencoba menawarkan sebuah hidangan baru, yaitu Nasi Goreng Cumi Hitam, mungkin belum banyak kompetitor sejenis yang berada di Jogja pada saat itu. Mulainya bulan April 2018, kami sepakat untuk memulai usaha kecil ini.”

Hendy dan sepupunya sama-sama memiliki latar belakang pendidikan dan pelatihan dalam bidang kuliner. Oleh karena itu, mereka tidak tanggung-tanggung mengerahkan segenap ilmu dan tenaga yang mereka miliki untuk menekuni usahanya secara langsung.

“Menurut kami bisnis kuliner lebih last long, apalagi nasi adalah makanan pokok masyarakat di Indonesia. Jadi, ya, kita pilih menu nasi goreng yang bisa dinikmati segala kalangan.”

Sebagai pelopor Nasi Goreng Cumi Hitam, mereka juga mendapat stok seafood segar langsung dari nelayan. “Kita jamin bahannya segar. Kalau porsi biasa 250 gram, kalau jumbo mendekati 400 gram.  Pokoknya porsi kenyang favorit akhir bulan deh!”

Keduanya juga ingin mengajak masyarakat untuk tetap sehat dengan mengonsumsi seafood segar yang diolah dengan baik. Selain itu, mereka ingin menyampaikan bahwa makan seafood enak tidak harus selalu mahal. Dengan begitu pelanggan senang, tenang dan puas dengan produk yang mereka tawarkan, lalu melakukan repeat order.

“Kita juga ingin mengangkat street food agar menjadi hal yang lebih menarik dan berwarna. Kami berharap masyarakat dapat mencoba dan menikmati makanan kami tanpa harus merasa khawatir dengan harga yang harus dibayar, walaupun sekarang harga seafood cenderung naik.”

Usaha yang mereka rintis ini sangat bergantung dengan kondisi alam. Iklim yang tidak menentu jadi tantangan untuk membuka warung, termasuk untuk mendapatkan bahan utama seafood segar. Belum lagi jika bahan utama sulit didapat, harga otomatis melambung tinggi.

Walau memiliki banyak cadangan pemasok yang menawarkan harga cumi dengan harga yang kompetitif, tantangan tidak bisa terselesaikan begitu saja, sehingga mereka kerap menambah variasi menu selain cumi.

Meskipun minat dan pemasukan jadi tidak sederas biasanya, setidaknya warung mereka tetap berjalan dan mendapat pemasukan daripada tutup lalu tidak ada pemasukan sama sekali.

Awalnya, pemasaran dan promosi mereka lakukan melalui jalur digital, seperti mengunggah foto-foto menu dan kegiatan usaha di instagram @cumacumiyk.

“Ya sekarang sih masih, disamping itu ikut event-event kuliner karena bersosialisasi langsung juga jadi ajang untuk promosi.”

Sejauh ini dampak promosi terbilang baik, sebab dari awal merintis hingga saat ini mereka berhasil bertahan meski pun pandemi menjadi tantangan besar saat ini.

“Kita sangat bersyukur masih bisa bertahan walau dalam suasana pandemi. Untungnya support system kita luar biasa, dari orang tua, saudara, teman, dan sahabat. Mereka banyak membantu kami dari segi materi, waktu, pikiran dan tenaganya. Banyak masukan dan koreksi dari mereka. Selain itu, pelanggan juga elemen yang tidak kalah penting bagi mereka. Kami survive hingga saat ini salah satunya juga berkat mereka semua.”

Rata-rata orang akan selalu bertanya, ‘kalau mau mulai usaha gimana ya?’, ‘harus mulai dari mana?’, bagaimana cara mengelolanya?’ Namun, bagi Hendy dan sepupunya yang merintis @cumacumiyk ini, percaya bahwa hal kecil yang  terus-menerus diberi energi positif dan tidak terburu-buru akan menjadi besar pada waktunya. Bagi mereka, kecil tapi stabil lebih baik daripada besar namun dengan cara yang terburu-buru dan terseok-seok.

“Pokoknya kalau memulai sesuatu harus yakin, seyakin Bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam semalam. Nikmati prosesnya, setiap usaha pasti mengalami up and down. Jangan takut, Tuhan bersama orang-orang yang berusaha.”

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter
Berikan bintang kamu untuk CumaCumiYK
[Total: 5 Rata-rata: 4.8]



Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar